Aset Bagi Umat Islam

Aset menurut Robert Kiyosaki dalam Rich Dad Poor Dad adalah semua yang memasukkan uang/pendapatan. Sedangkan Liabilitas adalah semua hal yang mengeluarkan uang dari kas kantong kita.

Menurut Akuntansi ++ umat Islam, mengeluarkan harta dari kantong ikhlas di jalan Alloh akan menjadi aset nantinya di hari kiamat, dan balasan Alloh Ta’ala berlipat ganda. Alloh Ta’ala memberi rezeki dari jalan yang tidak diduga hambanya.

Ali Imran 157 (artinya): Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Alloh atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmatNya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.

** ayat ini berkisar tentang perang uhud.
Apa artinya harta yang dikumpulkan tanpa ampunan dan rahmatNya?
Kita masuk surga karena rahmatNya, bukan karena pahala yang telah kita dapatkan.


Comments (1)

Seberapa Islam?

Untuk mengecek seberapa ke-Islaman seseorang, tinggal di periksa beberapa hal berkenaan dengan shalatnya, sbb:

  • Hafal doa-doa bacaan dalam shalat. Jika tak hafal berarti gak layak shalat donk…
  • Memahami makna doa bacaan dalam shalat. Paham semua makna bacaan mulai dari takbiratul ihram sampai salam. Tidak mungkin seseorang shalat dengan khusuk jika tidak paham makna bacaan shalatnya. Jika shalatnya tidak khusuk, akan membuat shalatnya tidak punya pengaruh baik terhadap akhlak dan perilakunya.

Bila shalatnya rusak, bisa rusak pula semua amal shalihnya.

Hal lain yang bisa tambahkan:

  • Apakah bisa membaca Al-Quran dengan huruf arabnya?

Comments

Belajar Hidup di Kawasan Banjir

Tahun 2001-2003 dahulu, banjir masih bisa diidentikkan dengan kawasan-kawasan tertentu di Jakarta dan sekitarnya. Biasanya seputar kawasan pinggir sungai yang melintasi Jabotabek, seperti Ciliwung (Bogor-Depok-Jakarta), Cisadane (Tangerang), Citarum (Karawang-Bekasi). Namun sejak tahun 2007 lalu, banjir sudah mencapai banyak lokasi, sampai ke kompleks perumahan-perumahan baru pun tak luput dari genangan banjir ini. Walhasil, banjir Jakarta 2007 merendam hampir 60% wilayah DKI (versi WALHI mencapai 70%).

Tidak semua banjir disebabkan oleh besarnya volume air dari sungai-sungai yang ada, banyak juga banjir yang terjadi karena buruknya saluran air di kawasan tersebut, sehingga daerah yang sebelumnya tidak pernah kebanjiran, akhirnya ikut kebanjiran.

Memang sudah ada upaya pemerintah, khususnya pemda DKI Jakarta untuk mengatasi hal ini, seperti Banjir Kanal Timur (BKT) yang ditargetkan dapat membebaskan 35% kawasan menjadi bebas banjir. BKT ini ditargetkan selesai tahun 2009.

Dalam penantian solusi yang lebih mendasar untuk masalah banjir ini, mungkin sudah saatnya warga Jabodetabek merancang hidupnya untuk “berdamai” dengan banjir, persis seperti warga yang tinggal di bantaran kali Ciliwung, sepanjang Bidaracina sampai Kampung Melayu.

Berdasarkan pengalaman saya tinggal selama lebih kurang 4 tahun di Cawang-Bidaracina, ciri-ciri banjir di Jakarta:

  • Ketinggian rata-rata 1 meter, walaupun di beberapa tempat rendah bisa mencapai lebih dari 2 meter.
  • Lama banjir, selama ini berkisar sampai 3 hari.
  • Air banjir membawa lumpur dan sampah.
  • Banjir di kawasan pinggiran sungai bisa ada arus, banjir di perumahan hanya berupa penggenangan.

Berikut beberapa saran untuk “berdamai” dengan banjir :

  • Usahakan ada lantai yang tidak terkena banjir. Kalau lantai 1 selalu kebanjiran, usahakan ada lantai 2 dengan luas yang cukup untuk menampung perabot dan logistik, minimal bisa untuk ditinggali sampai 3 hari. Juga disediakan sarana penerangan (lampu darurat, lilin).
  • Beli perabot yang relatif tahan air, saya lihat tetangga saya menggunakan set meja makan dari pualam yang berat tapi mudah dibersihkan.
  • Lantai rumah minimal ubin keramik.
  • Minimal dipasang satu baris ubin dibagian dinding terbawah (dekat lantai) untuk memudahkan pembersihan lantai dan dinding.
  • Pastikan jalur listrik untuk lantai 1 dan lantai 2 dipisah, dengan circuit breaker (CB) masing-masing (ini harusnya sudah standar instalasi listrik).
  • Usahakan untuk mempunyai tanki air reservoir yang cukup di atas lantai 2. Ini sangat membantu untuk pasokan air selama banjir dan masa pembersihan, ukuran 1-2 meter kubik, tergantung besarnya rumah dan banyaknya penghuni.
  • Kalau menggunakan pompa air, usahkan menggunakan pompa air yang mudah di perbaiki jika terendam, lebih baik lagi jika menggunakan pompa air yang tahan rendam (jika ada).
  • Hindari penggunaan papan tripleks / multipleks ataupun papan dari kayu olahan.

Mudah-mudahan banjir ini tidak sampai menjadi bagian kehidupan warga Jakarta.

Comments

« Previous entries